Senin, 10 Desember 2007

Senyum

Sayang ...

Berhentilah tersenyum

Kopiku ini sudah cukup manis



______
Jakarta manatahan 101207

Sabtu, 08 Desember 2007

Dia

Selalu begitu
Dan memang begitu

ah ... sayangku itu

Dia selalu begitu

Sini ...
Mari ...

Berbagilah denganku
Dan lanjutkan lagi cerita seru mu



_____
Jakarta kasmaran 081207

Dini Hari

Termangu
Membisu
Duduk menunggu
Hingga pukul satu

-dini hari-

_____
Jakarta Lelah 081207

Kamis, 29 November 2007

Malam Punya Kita


Bertemu ...

Bercerita tentang malam

malamku dan malammu

malam kita bersama cinta


_____
Jakarta merindu 301107

Cinta (sudah) Mati

Kamu bilang kita sehidup semati
hidup bersama
dan matipun bersama
tapi, kenapa malam ini kau pergi menghadap-Nya ?


________
Jakarta tanpa rasa 291107

Selasa, 27 November 2007

Si Jalang

Malam ini si Jalang datang lagi kepadaku
Dia bilang istrinya sedang datang bulan

Lalu ...

Si Jalang berteriak garang
Karena malam ini akupun datang bulan

Dan ...

Si Jalang pun beranjak pergi keluar
Sambil berharap ada Jalang lain yang sedang tidak datang bulan


_______
Jakarta gelap banget 271107

Pemabuk

Aku Mabuk
Mabuk cinta rupanya



____
Jakarta merindunya 261107

Diam !!

ssttt ..
tolong tenang
jangan berisik
aku tak mau di usik

ah ... sudah lah
diam saja
apa yang ku lakukan
hanya untuk sebuah kesenangan

sstt .. diam kataku !
jangan ribut
atau puntung ini akan menyundut
bibirmu yang imut


___
Jakarta tegang, 261107

Sabtu, 17 November 2007

Ungu


Si pemilik bibir ungu
Duduk termangu
Bukan karena lugu
Tapi memang dungu

Jumat, 16 November 2007

air mata


Menangis tersedu
Lepas mangadu

Denganya
Dalam pelukan

Kamis, 15 November 2007

Entah lah

Smua bimbang tumpah
Kata demi kata tercecer berantah
Aku mati dalam resah
Mencoba berpuisi ... namun entah lah

Aku bimbang entah mengapa
Resah dalam sebuah permainan kata
Seolah kata menjelma makian serapah
Prosaku makin tak berarah

Mungkin ku akan mati tertusuk kata
Aku bimbang tak tau arah
Biarkan aku menghindari prosa
Dan kata tak lagi pedang yang buatku resah

Ah .. sudahlah biar saja
Biar resah ku peluk mesra
Kubiarkan resah mati kata, mati bahasa
Ku pasrahkan ... biar semua berlalu saja

______

Pojokan Jakarta 040807

Sexy Me

Tak pernah sanggup sensi
Karna aku cukup sexy
Tak perlu jadi sungkan
Asal kau punya selipan

Aku ini bukannya pelit
Tapi kau terlalu ngirit
Kalau rupiah tinggal seiprit
Cuma boleh icip sedikit
_____

Jakarta dingin 091107
pengaruh curhat si pria Jalang

Hanya Setengah


Aku merasa terjebak
Dan ia terbahak
Aku pun di gelandang
Dengan badan setengah telanjang

Dia mengancam
Akupun diam
Dia teriak
Aku mulai muak

Hanya setengah linting
Bikin aku hampir sinting
Ku tawarkan rupiah
Mukanya pun merah

Peraturan yang ada tak lagi jadi panutan
Saat kantungnya penuh dengan jutaan

____
071107
saat teringat si sialan berseragam

Satu Kawan ..... (kawan maya)


Dengan satu kawan aku lepas tertawa
.......menangis meraung
.......lepas mengadu
.......tak enggan mengeluh

Ia hanya seorang yang tersembunyi
Bukan tong sampah
Tapi memang tempat membuang kesah

Lalu aku meratap
Dan menjadi gila bersama
Dalam bahak yang tak pernah usai

Jakarta,130907
saat manusia2 lain sibuk berhadapan dengan tuhanya.

Selasa, 13 November 2007

THR (Tuntutan Hari Raya)

Istriku meracau
Bang, mana THRmu tahun ini ?
Belum turun, jawabku

Istriku meracau
Bang, Anakmu dan Istrimu belum punya baju baru
THR belum turun
, jawabku

Istriku meracau
Bang, jadi gak kita mudik ?
Kereta padat, tiket pesawat mahal
dan THRku belum turun, jawabku

Istriku meracau dan terus meracau
Aarrgggg ….. pening kepalaku
Kalau besok THRku turun
Ku habiskan sajalah buat beli Istri baru !

________

Jakarta, 101007

Saat Istri kawanku terus meracau

Candu

Tidak !

aku tidak bodoh

aku juga tidak dudulz

aku hanya sedang mati gaya

Ya .. !

mungkin karena aku sedang candu

candu cucur !

__________

Sudut Jakarta

Sejatinya Pecandu

Perempuanku

Sayang …
Sesungguhnnya aku sangat tidak bisa melupakanmu
Bayanganmu selalu menari-nari di pelupuk mataku
Canda tawamu mengalir renyah menjadi nadiku

Sayang ….
Aku sangat merindukan belaian lentik jemarimu
Apakah kau juga merindukan dekapan hangatku

Sayang …
Kau boleh kuras semua tubuh,keringat serta hartaku
Tapi aku benci cacianmu
Apa perlu kusumpal mulutmu
Dengan segala serapah dari bibirku

Sayang …
Kembalilah ke pelukanku
Sungguh aku tak kuasa menanggungnya
Aku sangat mencintaimu

love you Perempuan Bangsat

_______

Sudut Jakarta

Lelaki Biadab

Sebegini kedekatanku denganya

Sayang ….
Kau memang belum mengenal dia
Parasnya nan ayu, membuatnya terlihat lebih cantik darimu
Semampai tubuhnya membuat khayalku makin tersita olehnya
Sungguh aku mencintaimu
Namun tak ku dustai diri ini juga menyayanginya

Sayang …
Izinkan aku mengharap maafmu
Karena hanya namanya yang selalu ku sebut
Tak henti aku selalu memujanya
Dan ia juga lah yang kerap aku banggakan

Sayang …
Kedekatanku padanya seumpama kata dan puisi
Seperti puisi yang membutuhkan kata
seperti itulah berharganya dia
Namun kau jauh lebih berharga
kau umpama tinta bagi penaku

Namun sayang ….
Cukuplah kau tahu
Semua itu hanyalah simpatiku
Bukan cinta yang sematik
Tak ada maksud hatiku membakar mu dengan cemburu

Sayang …
Kelak bila tiba waktunya, pastilah kau kuperkenalkan dengannya
Tentu dengan harapku setujumu
Bahwa aku memang layak mendekatinya
Selayak ia menerima pujian darimu

______

Sudut Jakarta 280707