Selasa, 13 November 2007

Perempuanku

Sayang …
Sesungguhnnya aku sangat tidak bisa melupakanmu
Bayanganmu selalu menari-nari di pelupuk mataku
Canda tawamu mengalir renyah menjadi nadiku

Sayang ….
Aku sangat merindukan belaian lentik jemarimu
Apakah kau juga merindukan dekapan hangatku

Sayang …
Kau boleh kuras semua tubuh,keringat serta hartaku
Tapi aku benci cacianmu
Apa perlu kusumpal mulutmu
Dengan segala serapah dari bibirku

Sayang …
Kembalilah ke pelukanku
Sungguh aku tak kuasa menanggungnya
Aku sangat mencintaimu

love you Perempuan Bangsat

_______

Sudut Jakarta

Lelaki Biadab

Tidak ada komentar: